Aku kalah dengan nafsuku kerana aku mengingkari janjiku yg aku tuliskan disini pada 28/6/2025.

Dalam Islam, nafsu (Arab: نفس, rumi: nafs) merujuk kepada keinginan, dorongan, atau kecenderungan hati yang kuat. Ia boleh menjadi kekuatan yang mendorong manusia ke arah kebaikan atau keburukan, bergantung kepada bagaimana ia dikawal dan diarahkan.
Jenis-jenis nafsu dalam Islam:
- 1. Nafs al-Ammarah (النفس الأمارة):Nafsu yang mendorong kepada keburukan dan maksiat. Ia cenderung mementingkan diri sendiri dan mengabaikan nilai-nilai agama.
- 2. Nafs al-Lawwamah (النفس اللوامة):Nafsu yang mencela diri sendiri. Setelah melakukan kesalahan, nafsu ini akan menyesal dan berusaha untuk memperbaiki diri.
- 3. Nafs al-Mutmainnah (النفس المطمئنة):Nafsu yang tenang dan tenteram. Nafsu ini telah mencapai kedamaian jiwa dan kepatuhan kepada Allah.
Peranan nafsu dalam kehidupan:
- Pengawalan:Umat Islam diseru untuk mengawal nafsu dan tidak membiarkannya menguasai diri.
- Jihad:Melawan hawa nafsu dianggap sebagai jihad (perjuangan) yang penting dalam Islam.
- Keseimbangan:Mencari keseimbangan antara keperluan duniawi dan tuntutan agama adalah penting.
- Peringatan:Al-Quran dan hadis memberikan peringatan tentang bahaya hawa nafsu jika tidak dikawal.
Kesimpulan:
Nafsu adalah sebahagian daripada diri manusia, dan Islam memberikan panduan untuk menguruskan nafsu agar dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dan mendekatkan diri kepada Allah.

Leave a comment