Malam tadi hujan lebat disertai angin kencang lalu bumi menjadi subur. Bumi yang subur itu lantas menguatkan makhluk Allah berevolusi. Dari keadaan terpenjara terkurung dalam tanah yang gelap gelita anai anai berevolusi menjadi kalakatu.
Kau kalakatu keluar dari dunia lama mu yang primitif dan gelap pekat mencari cahaya kebenaran. Maka dengan anugerah sayap kau terbanglah mencari cahaya bagi menerangi hidup mu dari zaman gelap pana menuju zaman yang terang dengan kebahagian kebahagian.
Setelah hidup kau menikmati cahaya terang dan berusaha dengan keras memahami kebenaran itu tapi akhirnya kau rebah jatuh meninggalkan sayap mu berterbangan, dan kau sendiri merayap tidak tahu tujuan…
Apakah engkau kembali ke dunia zaman gelapmu?

Apakah kita manusia akan jadi seperti kalkatu yang berterbangan, kebingungan mengejar cahaya. Apabila sudah dapat menghampiri cahaya lalu jatuh.
Kemudian terbang lagi dalam kebingungan, akhirnya cahaya juga yang menjadi pilihan walaupun sedar ia akan membawa kepada kematiannya. Mahukah kita menjadi kalkatu yang kebingungan saat kiamat nanti?
Namun itulah gambaran keadaan manusia yang Allah berikan ketika kiamat berlaku. Dalam surah Al-Qaari’ah ayat 1-5, Allah berfirman,
“Hari yang menggemparkan, apakah dia hari yang menggemparkan itu? Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui kedahsyatan hari yang menggemparkan itu? (hari itu ialah hari kiamat) hari manusia menjadi seperti kalkatu yang terbang berkeliaran. Dan gunung-ganang menjadi seperti bulu yang di busar berterbangan.”

Leave a comment